Kimberly Story

Posting ini lahir karena Sabtu lalu saya satu jadwal dengan guru yang kebetulan intrik cintanya saya ketahui. Sebut saja guru berjenis kelamin laki-laki ini , Jackson. Bukan nama asli, tentunya, hanya agar terkesan Barat, macho, mempesona, dan berdada bidang. Nah, tapi bukan Jackson ini yang akan jadi fokus cerita, melainkan gadis yang memiliki intrik cinta dengan Jackson. Sebut saja namanya Kimberly. Itu juga bukan nama asli, hanya agar terkesan Power Rangers saja. Bagaimanapun populer dan maksimalnya saya, saya hanyalah gadis yang pernah menghabiskan masa kecil dengan tontonan Minggu pagi yang bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti Pasukan Kekuatan.


Kimberly oh Kimberly
Entah kenapa, saya lahir sebagai guru yang perhatian cenderung kepo terhadap kisah cinta murid. Hehe. Bukan apa-apa, sih. Karena sambil menerangkan saya suka memberikan catatan yang banyak sekali kepada murid saya, saya jadi punya waktu cukup panjang untuk memperhatikan roman wajah mereka satu persatu saat mereka sedang menyalin (serius, deh, catatan dari saya itu banyak banget. Satu periode nulis itu bisa sampai empat halaman. Nanti kalau sudah beres, dilanjut lagi. Bisa sampai dua atau tiga periode). Nah, mungkin saya juga berbakat sebagai cenayang. Asik. Tebak-tebakan saya atas raut wajah mereka itu mayoritas selalu benar. Hehehehe. Padahal mah emang kelihatan saja, mana yang berkonsentrasi dan mana yang engga. Dari celetukan saya itu, keluarlah berbagai kisah cinta nan pelik khas kehidupan remaja yang berwarna warni dari mulut mereka.

Kimberly adalah salah satu murid saya tahun lalu yang kisah cintanya cukup membuat saya takjub dan senantiasa mengucap kalimat thoyyibah. Di satu sisi saya miris, di sisi lain saya terhenyak, di sisi yang lainnya lagi saya nggak bisa berbuat apa-apa.

Jujur, Kimberly bukan sosok gadis yang ada di dalam konstruksi sempurna saya tentang gadis yang berpacar banyak. Maksudnya, selama ini saya kalau membayangkan kenapa seorang perempuan bisa punya pacar banyak ya karena penampilan fisiknya aduhai, terutama tentang paras. Kimberly nggak jelek, tapi bagi saya, dia biasa saja. Tapi memang saya akui dia punya beberapa sex appeal yang mungkin bagi laki-laki cukup oke juga. Baju-baju Kimberly pun, entah sengaja atau tidak sengaja memang memperlihatkan beberapa tonjolan sex appealnya.

Dari cerita-cerita yang keluar dari pengakuan Kimberly, saya makin takjub. Kimberly punya keberanian yang luar biasa dan patut diacungi jempol! Oke, jadi begini, Kimberly ini sudah punya pacar. Pacarnya juga subhanallah sekali selalu mengantar Kimberly kemana-mana dan mau menunggu Kimberly. Kalau saya jadi Kimberly, mungkin saya tiap hari bakal tersenyum cerah ceria karena punya pacar yang bisa diandalkan (jadi agen delivery service). Kimberly bilang, dia juga sayang sama si pacarnya itu. Nah, dalam angan-angan saya, ketika ada laki-laki mengungkapkan rasa sayangnya tidak hanya melalui sms, "Udah makan? Jgn lupa solat. I love you.", tetapi juga melalui hal yang lebih real dan bermanfaat seperti misalnya mengantar-menungu (bukan mengantar-jemput lagi), lalu si perempuannya juga sayang sama si laki-laki itu, ya sudahlah, itu namanya sudah satu langkah menuju happily ever after. Ya jalani saja dengan baik dan serius. Nah, tapi itu salah. Lagi-lagi saya memnadang dari kacamata saya yang begitu sederhana. Ternyata rasa sayang si laki-laki yang begitu real dan bermanfaat itu belum bisa membuat Kimberly cukup. Kimberly dengan bangganya menceritakan pengalaman cintanya dengan beberapa nama, yang salah satunya adalah Jackson.

Dari hasil investigasi saya pada Kimberly yang menuai jawaban sukarela cenderung bangga dan bersemu merah serta pada Jackson yang diawali dengan beberapa ketakjuban Jackson yang seolah bilang, "Kok loooo tauuuuu siiihhh?", saya bukannya tercerahkan tapi malah jadi bingung, hahahaha. Intinya gini, Kimberly mengaku bahwa hubungan dia dengan Jackson sudah sangat dekat dan care sekali, dibuktikan dari telepon dan bahasa sms yang dekat. Hmmmm, saya sudah cukup matang dan berpengalaman untuk mengetahui mana frekuensi telepon dan bahasa sms yang biasa saja hingga yang bepercikan dengan api. Menurut saya sih frekuensi telepon dan sms dari mereka levelnya sudah bukan bepercikan dengan api lagi, melainkan sudah ada ledakan satu tank elpiji di SPBU naas. Nggak apa-apa sih seharusnya. Masalahnya adalah si Kimberly ini bukan gadis single yang bebas membina kesempatan atau hubungan dengan siapa saja. Kimberly kan sudah punya pacar. Kimberly bilang juga sayang sama pacarnya. Hubungan mereka juga bukan hubungan keterpaksaan.

Investigasi juga saya layangkan pada Jackson. Berikut gambaran wawancara tidak terstrukturnya.

Saya : Seriusan, tuh sama Kimberly?

Jackson : Hah? Tau dari mana lagi, nih?

Saya : Dari Kimberly-nyalah. Masa tiap kali pelajaran aku itu anak satu konsentrasinya ada dimana. Pas ditanyain, bener kan ternyata gara-gara Konci alias Konflik Cinta. Hedehhhhh. Kasian temen-temennya juga tuh, si Kimberly mah hobi curhat kasak-kusuk ke temennya.

Jackson : Aduh, parah baget itu anak ya. Aku juga nggak tahu, nih. Aku sih nganggap dia murid. Dia kan sering nanya tugas tuh, ya aku jawab aja. Eh, tapi kayaknya itu alasan, deh.

Saya : Kalau tugas, sih, kayaknya engga alasan. Dia mah emang sering ngsmsin guru-guru buat ngerjain tugasnya. Eh, tapi katanya situ yang udah akrab banget dan sering nelpon sama sms?

Jackson : Ih, dia bilang gitu? Apaan sih. Iya emang aku yang nelpon, tapi itu mah gara-gara Kimberly yang ngesms duluan minta ditelpon. Kalau aku nggak nelpon, dia marah, ngambek gitu. Terus miskol-miskol. Kalau smsnya lama aku balas juga dia miskol-miskol. Nggak apa-apa, sih, tapi pas udah aku telpon, kan kalau di sms mah kayaknya dia bilang urgent banget harus ditelpon, eh taunya cuma mau ngobrol doang.

Saya : Lahhhhh, masa berulang melulu. Sekali doang mah wajar. Ini kata Kimberly sering loh nelponnya.

Jackson : Iya emang sering. Aku juga jadi mikir, dia maunya apa kayak gini. Gini-gini juga gue laki kali. Ngerti gue. Tapi kesel juga gue waktu tau dia udah punya pacar. Lah terus ngapain nyariin gueeeeee? Terus, masa pacarnya juga sekarang jadi neror gue gitu. Katanya gue yang ganjen gangguin cewek orang.

Saya : Lah, emang baru tau kalau sia punya pacar?

Jackson : Iyaaaaaa. Ini pacarnya sms dan miskol-miskol.

Saya : Terus?

Jackson : Ya aku jelasin gimana keadaannya. Pacarnya diem aja. Pas di akhir dia bilang, intinya dia sayang sama Kimberly. Kalau emang aku juga sayang sama Kimberly, jangan dimainin Kimberly-nya. Lah, siapa yang mainin? Aku bilang, aku nganggap dia murid aja. Pacarnya minta maaf udah marah-marah ke aku. Ehhhhhh, aku kira udah beres tuh si Kimberly ini. Eh, belum dong. Besoknya dia masih manja-manja gitu ke aku. Ih, kan males ya. Aku cuekin. Eh, dia ngambek. Aduuuuuhhhh. Nggak ngerti, deh. Mau jaga jarak juga gimana. Dianya kayak ngga ada beban gitu. Nanti dikira aku yang kegeeran. Yaudahlah ya. Nggak ngertiiii.

Oke, ini pelik.


Kisah Berikutnya
Apakah hanya Jackson saja yang dicari Kimberly? Ternyata tidak. Belum beres persoalan Jackson dan pacar asli Kimberly, masih ada lagi nama berikutnya. Kimberly sendiri yang mengaku. Kali ini dengan sesama murid juga. Sebut saja namanya Andrew biar terkesan lemah lembut, pemalu, sopan, dan mudah canggung.

Kimberly : Bu, Bu, punya nomer hape Andrew nggak?

Saya : Engga. Kenapa gitu?

Kimberly : Kok nggak punya? Kan Andrew juga masuk kelas privat selain kelas reguler. Masa nggak punya nomer hapenya?

Saya : Lah aku nggak pernah nyimpen nomer hape murid.

Kimberly : Masa Andrew nggak pernah ngsms Ibu, sih?

Saya : Engga pernah. Sms ngapain?

Kimberly : Oh, gitu ya. Yah, Andrew ganti nomor hape, bu. Kayaknya dia lagi ngehindarin aku, deh.

Saya : Oh, hape dia hilang, Non. Kemarin dia nggak masuk les juga gara-gara nyari hapenya. Tahunya hilang. Kenapa emang?

Kimberly : Aku kan lagi pedekate, Bu sama dia. Ihihihihihihi. Doakan semoga berhasil ya sama Andrew.

Saya : Heeee? Lah kemarin sama Jackson? terus pacar kamu gimana?

Kimberly : Ah, nggak tahulah Jackson lagi sulit dihubungi. Kalau sama pacar aku. aku juga nggak tahu sekarang masih pacaran atau engga. Aku jenuh aja. Apa-apa selalu dilarang sama dia. Ini kan lagi bertengkar. Aku jadi nggak konsen aja. Aku kan mau SNMPTN, masa harus ada konflik aja sama pacar. Nggak konsen belajar jadinya. Aku harus cari suasana baru.

Saya : Dengan pedekate sama Andrew gitu?

Kimberly : Ihihihihihihihihihi. Iyaaaaa. Andrew tuh imut banget ya buuuuu...Doain aku dong biar bisa sama Andrew.

Saya : Masya Alllllloooohhhhhhhhh, Nooooon. Nyari suasana baru mah harusnya nggak usah pacaran. Kalau bosen sama pacar lama terus nyari pacar baru mah naon bedanaaaaaa? Dari mulut buaya masuk ke mulut harimau juga atuhhhhh. Belajar ai kamu teh. >>>>>>>>>> Ceritanya guru yang peduli pada pendidikan bangsa, padahal bete aja nggak habis pikir ada murid kayak begitu kelakuannya. Kok gue ngggaaakkkk bisaaaa kayak diaaaa. Hiks.